Game
Online merupakan permainan yang sangat mendunia. Bahkan beberapa tahun
terakhir ini sudah merambah ke Indonesia dan memiliki banyak peminat.
Yang memainkan tidak hanya anak kecil tetapi juga orang dewasa. Selain
itu yang dulu peminatnya para pria, justru sekarang malah banyak wanita
yang juga memainkan game tersebut. Hmm.. pantas aja kalau banyak yang
jadi kecanduan game online akhir-akhir ini.
Kesenangan
yang berlebihan pada game online ini ternyata punya dampak yang buruk.
Ada banyak kasus yang bisa membuktikan di Indonesia ini. Dari yang
menimbulkan efek biasa-biasa aja sampai yang dampaknya parah banget.
1. Keseringan main game jadi suka pukul kepala sendiri
Ternyata
terlalu sering main game bisa timbul penyakit loh. Buktinya siswa SMP
yang berasal dari Mojokerto yang berinisial RK ini. Kegiatan bermain
game online yang ia lakukan setiap hari membuatnya menderita penyakit
yang seharusnya cuma bisa dialami sama orang dewasa aja yaitu hipertensi
primer. Penyakit tersebut muncul karena kurangnya gerak dan pikiran
yang terkuras. Dari hal itu bisa disimpulkan kalau RK kurang istirahat
dan pola makan yang nggak teratur.
Ibu dari RK menjelaskan kalau anaknya itu hampir setiap hari
menghabiskan waktu di warnet. Dari setelah pulang sekolah sampai
maghrib, lalu dilanjutkan setelah maghrib sampai jam 8 malam. Sehingga
akhirnya satu tahun terakhir ini RK mengeluh sakit kepala yang
menyebabkan ia tak bisa tidur dan sering memukul-mukul kepalanya sendiri
karena tak tahan dengan nyerinya. Hayo, masih mau main game online
terus?
2. Rampas handphone orang demi biaya main ke warnet
Kalau nggak punya duit ya jangan main game online.
Seperti peristiwa yang dialami oleh F ini yang tak punya uang untuk main
game online tapi nekad mendapatkan duit dengan cara merampas barang
berharga orang lain. Awalnya ia mangkal di daerah Pakem, Sleman untuk
menunggu korban yang pas. Dan ternyata F menemukan FR yang kebetulan
lewat di depannya. Akhirnya ia meminta paksa handphone F dengan alasan
ingin pinjam. Karena FR takut, jadi telepon genggamnya terpaksa untuk
direlakan.
3. Bobol TK supaya bisa main JUDI ONLINE
Pengaruh
game online yang sangat besar dialami oleh tiga remaja tanggung asal
Sleman. Mereka membobol Taman Kanak-Kanak untuk mencuri barang-barang
berharga yang ada di dalamnya demi biaya main game di warnet. Ketiganya
berhasil membawa kabur laptop, kamera dan uang tunai sebesar Rp 5,5
juta.
Tak
lama dari kejadian itu, mereka berhasil ditangkap polisi saat nongkrong
depan TK tersebut. Usia mereka yang masih bau kencur menyebabkan
ketiganya tidak ditahan. Mereka hanya dititipkan di dinas sosial untuk
mendapatkan pendampingan. Tetapi proses hukumnya masih tetap berjalan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aduh, sampai segitunya sih kalian
dek..
4. Mencuri motor karena nggak diberi uang oleh orangtua untuk main JUDI ONLINE & GAME ONLINE
Lagi-lagi
pencurian karena kecanduan game online. Kejadian ini terjadi di Kota MEDAN. Pelaku yang berinisial DR ini sudah mencuri motor selama
beberapa bulan. Perampokan motor ini ia lakukan sebab dimarahi orangtua
karena meminta uang terus menerus untuk main game online. Awalnya ia
sudah lama ingin berhenti dari dunia kriminal tapi tak tau bagaimana
caranya. Sampai akhirnya sekarang ia ditangkap dan katanya ini adalah
akhir dari kebiasannya mencuri.
Ia
mengaku kalau motor yang berhasil dicurinya tidak langsung dijual
tetapi disembunyikan di tempat tertutup. Kemudian DR menjual komponennya
yang sudah dipisahkan. Dengan kisaran harga Rp 65-100 ribu yang berupa
rangka, mesin dan pelek. Selain itu DR juga mengaku kalau uang yang
didapat bukan hanya untuk main saja, tetapi untuk meminum minuman keras.
5. Rela mengemis supaya dapat uang untuk biaya main ke warnet Untuk JUDI ONLINE
Bocah
ingusan yang berusia 10 tahun di Kabupaten Bireun, Aceh ternyata
melakukan hal yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak? Mereka rela
mengemis di daerah pasar dan jalan raya hanya untuk mendapatkan uang
demi pergi main ke warnet. Nggak hanya satu atau dia kali, anak-anak
kecil tersebut melakukan hal itu setiap hari.
Orang-orang
yang melihat hal itu sangat menyayangkan aksi bocah-bocah tersebut.
Ditambah dengan pemilik warnet yang membiarkan mereka untuk bermain
asalkan duit tetap mengalir. Pihak yang berwajib juga masih belum
tergerak untuk menangani kasus ini. Hayo, bapak-bapak Satpol PP tolong
dilakukan razia untuk setiap warnet yang ada…


Comments
Post a Comment