Kisah di Balik Sinetron Si Doel Anak Sekolahan hingga Oplet legendaris nya Kini berada di Tangan Sule
Aktor Rano Karno mengungkapkan kisah di balik sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan.
Rupanya, sinetron Si Doel Anak Sekolahan terinspirasi dari novel Si Doel Anak Betawi karangan Aman Datuk Madjoindo.
Film Si Doel Anak Betawi (1972) yang juga dibintangi Rano Karno merupakan film yang diadaptasi dari novel tersebut.
Rano Karno mengaku protes dengan jalan cerita kehidupan Doel dalam novel dan film sehingga dia membuat kembali cerita dalam versi sinetron.
Penonton setia Si Doel Anak Sekolahan tidak akan bisa melupakan oplet legendaris yang ada dalam sinetron tersebut.
Apakah benar oplet biru Si Doel kini berada di tangan komedian Sule? Simak rangkumannya berikut ini.
1. Seperti mimpi
Rano Karno mengatakan, film Si Doel Anak Betawi (1972) merupakan film pertama dari novel berjudul sama karangan Aman Datuk Madjoindo.
Rano Karno mengaku sudah membaca novel Si Doel Anak Betawi sejak usianya 8 tahun sehingga dia merasa seperti mimpi diajak main film Si Doel Anak Betawi.
"Begitu Si Doel yang saya baca dari umur 8 tahun terus jadi film, wah itu seperti kalau orang Betawi bilang 'ngimpi ketiban duren'," ucap Rano Karno dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Sule Channel, Minggu (7/11/2021).
2. Kehidupan sama
Novel Si Doel Anak Betawi merupakan favorit Rano karena dia merasa kehidupannya yang sederhana persis seperti karakter fiksi Si Doel dalam novel tersebut.
"Kehidupan saya waktu kecil itu sama seperti si Doel. Saya anggap saya bukan orang melarat, tapi saya orang sederhana karena dulu ayah seniman panggung, sering berlatih tapi pentas enggak ada, makanya dulu ada sebutan seniman senen," kata Rano.
Rano bahkan jarang menonton televisi bukan karena tak ingin, tetapi karena keluarganya memang tidak memiliki televisi di rumah.
Bagi Rano Karno, novel Si Doel sudah menjadi teman untuk mengisi waktunya lantaran tak memiliki hiburan dari televisi.
3. Perankan karakter Doel
Menganggap Doel sama seperti dirinya, Rano tak menyangka bakal dipilih untuk menghidupkan karakter fiksi Doel dalam novel favoritnya.
"Waktu saya baca si Doel itu sudah jadi kayak teman saya. Enggak pernah terbayang bakal jadi mainkan si Doel," tutur Rano Karno.
Bahkan ketika diajak ikut casting oleh sutradara film Si Doel Anak Betawi, Sjuman Djaya, Rano Karno mengaku masih bingung karena usianya juga masih belia.
"Saya dulu belum tahu juga casting itu apaan sih. Banyak anak-anak yang ikut masih kecil, ya umur 9 tahun. Tiba-tiba saya terpilih jadi si Doel," ucapnya.
4. Protes
Namun, meski gembira perankan Doel, Rano rupanya sempat protes dengan jalan cerita kehidupan Doel dalam novel dan film.
Aktor yang kini berusia 61 tahun itu rupanya tak ingin karakter Doel dikisahkan hanya sampai sekolah dasar.
"Saya mau si Doel sampai SMA, kuliah," kata Rano Karno.
"Jadi tukang insinyur," ucap Sule yang kemudian dibenarkan oleh Rano Karno.
5. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan
Dari situ, Rano terinspirasi untuk membuat cerita Doel yang mengambil pendidikan sampai sarjana dalam versi sinetron Si Doel Anak Sekolah.
"Si Doel Anak Sekolahan itu bukan bagian dari pengarang Aman Datuk Madjoindo. Tapi adalah obsesi saya pribadi terhadap novel itu," ucapnya.
Sinetron Si Doel Anak Sekolahan menjadi salah satu sinetron legendaris Indonesia pada era 90-an.
6. Sempat ditolak stasiun televisi
Perjuangan Rano Karno belum berhenti, ia juga harus menjajakan sinetron tersebut ke berbagai stasiun televisi agar dapat diputar di layar kaca.
Sayangnya, Rano Karno harus menunggu selama berminggu-minggu berharap adanya kepastian dari stasiun televisi yang mau menerima sinetron Si Doel Anak Sekolahan.
Berkali-kali ditolak stasiun televisi, Rano mencoba ke stasiun televisi terakhir yang menjadi harapannya dan yakin bakal diterima.
"Itu yakin saya (diterima) karena apa? Karena kasihan lihat saya datang mulu," tutur Rano Karno.
Benar dugaan Rano Karno, sinetron Si Doel Anak Sekolahan diterima meski harus tayang pada bulan puasa yang jarang peminatnya.
"Mereka bilang 'Mas, pokoknya nanti pas bulan puasa (tayangnya)' 'Enggak apa-apa yang penting diputar', serius, jadi begitu diputar (populer)," tutur Rano Karno.
7. Oplet di tangan Sule
Penonton setia Si Doel Anak Sekolahan tidak akan bisa melupakan oplet legendaris yang ada dalam sinetron tersebut.
Oplet biru itu kini sudah diperbaiki oleh Rano Karno di bagian belakang menggunakan kayu jati agar kendaraan bersejarah itu kualitasnya lebih awet.
"Makanya Raffi kurang ajar itu anak mentang-mentang sudah jadi orang kaya, datang kemari mau nawar itu oplet," ucap Rano Karno seraya bercanda.
"Enggak tahu lu, Fi, padahal opletnya sudah dikasih ke gue," ucap Sule sembari tertawa.
"Sorri ya, Fi (Raffi Ahmad)," kata Rano Karno membalas gurauan Sule.


Comments
Post a Comment